Politeknik Pos Indonesia Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka


 

Bandung – Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) menyelenggarakan pelaksanaan Workshop Penyusunan Kurikulum  Merdeka Belajar – Kampus Merdeka secara luring di Asmila Boutique Hotel Bandung, Kamis (19/5). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur, Wakil Direktur I, II, dan III, Ka. SPMI, Deputi Akademik, Ka. Prodi dan Manajer GKM Prodi.



 

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Direktur I, Dodi Permadi, ST., MT. mengatakan bahwa Pengembangan kurikulum adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan karena penyesuaian terhadap perkembangan merupakan hal yang penting dalam dunia pendidikan. Penyesuaian harus terus dilakukan untuk kebutuhan yang ada ditengah-tengah masyarakat. Konsep Program MBKM bagi Poltekpos sendiri sebenarnya telah berlangsung selama ini melalui kegiatan kerjasama antara Poltekpos dengan perusahaan BUMN maupun swasta untuk pengayaan penguasaan ilmu dengan memberi kesempatan kepada Mahasiswa untuk magang disana. Dengan adanya kebijakan MBKM, penguasaan ilmu akan lebih terukur dan terstruktur. Tidak hanya teoritis namun praktis. Mahasiswa perlu merasakan pengalaman pembelajaran tersebut sehingga nantinya dapat beradaptasi dengan mudah ketika berada di tengah-tengah masyarakat.


Acara dilanjutkan sambutan Direktur Poltekpos, Dr. Ir. Agus Purnomo, MT. dalam sambutannya ia mengatakan Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar- Kampus Merdeka ini adalah sebagai bagian dan upaya untuk mensukseskan dan mengimplementasikan salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat. Kompetensi mahasiswa harus disiapkan untuk kebutuhan zaman. Link and match tidak saja dengan dunia industri dan dunia kerja tetapi juga dengan masa depan yang berubah dengan cepat. “Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan”, ungkapnya.


Dr. Ir. Agus Purnomo, MT. berharap, kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. kampus merdeka merupakan wujud pembelajaran di Perguruan Tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.



 

Ka. SPMI, Dr. Maniah, S.Kom., M.T. mengatakan workshop ini dilaksanakan untuk mendukung kebijakan MBKM. “Poltekpos menggagas kegiatan ini dalam upaya mengimplementasi kurikulum MBKM pada semester depan, dengan tujuan agar ada sinkronisasi dalam rangka merekonstruksi kurikulum MBKM pada setiap Program Studi di Poltekpos, sebab sejak kebijakan MBKM bergulir, Poltekpos sudah melakukan berbagai persiapan dalam rangka menyusun kurikulum MBKM”, ujarnya

 


Melalui kegiatan ini Wakil Direktur 1 berharap agar setiap Program Studi pada Poltekpos, baik dosen dan mahasiswa sudah siap untuk melaksanakan kurikulum MBKM dalam proses pembelajaran.







Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.